Pengertian Perdagangan Internasional, Manfaat, Jenis dan Faktor yang mendorong

Pengertian Perdagangan Internasional
Pengertian Perdagangan Internasional
Pengertian Perdagangan Internasional, Manfaat, Jenis dan Faktor yang mendorong. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai perdagangan Internasional, sebaiknya kita mengingat kembali awal mula terjadinya pertukaran barang dan jasa. Pada masa perekonomian masih tertutup setiap manusia melakukan kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Saat itu tidak terjadi perdagangan atau pertukaran barang, sebab seseorang atau sekelompok masyarakat masih berperan sebagai produsen sekaligus sebagai konsumennya atau dengan kata lain rumah tangga produsen masih menjadi suatu satu dengan rumah tangga konsumen.

Pertukaran barang tersebut berkembang semakin luas dan terjadilah perdagangan antar daerah bahkan antar negara. Pertukaran barang antar negara itulah yang disebut sebagai perdagangan internasional.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan disebut juga sebagai suatu proses pertukaran barang maupun jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan bersama. Sehingga perdagangan internasional bisa juga dimaknai sebagai suatu kegiatan pertukaran barang maupun jasa yang dilakukan suatu negara dengan negara lainnya.

Perdagangan Internasional diwujudkan dalam bentuk ekspor dan impor. Impor merupakan suatu kegiatan membeli barang atau jasa dari suatu negara ke negara lainnya. Sedangkan ekspor yaitu mengirim atau menjual barang dari suatu negara ke negara lainnya.

Timbulnya perdagangan internasional 

Faktor-faktor yang mendorong timbulnya perdagangan internasional sebagai berikut:

1. Tidak meratanya sumber daya alam 

Tidak meratanya sumber daya alam dipengaruhi oleh letak geografis suatu negara. Misalnya Indonesia, secara geografis beriklim tropis sehingga memiliki potensi di bidang agraris, pertanian, dan perkebunan seperti karet, dan kopi. Adapun negara lain memiliki potensi yang berbeda, misalnya Arab Saudi memiliki potensi sumber tambang minyak. Oleh karena antar negara yang satu dengan negara yang lainnya saling membutuhkan maka terjadilah pertukaran antar negara atau yang disebut perdagangan internasional.

2. Perbedaan kondisi dan kualitas sumber daya manusia 

Kemampuan sumber daya manusia di setiap negara berbeda. Sebagai contoh suatu negara sudah mampu membuat pesawat terbang sementara negara lain belum mampu, padahal negara tersebut juga membutuhkan pesawat terbang. Permasalahan ini mendorong terjadinya perdagangan internasional

3. Keuntungan karena adanya spesialisasi 

Adanya spesialisasi di bidang produksi dapat mengakibatkan terjadinya penghematan biaya produksi sehingga hasil produksinya dapat lebih murah. Adakalanya suatu negara lebih baik mengimpor daripada memproduksi sendiri. Alasannya jika memproduksi sendiri biaya atau harganya akan lebih mahal.

Manfaat Perdagangan Internasional

Pada saat ini tidak ada suatu negara pun yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh sebab itu perlu adanya kerjasama dengan negara lain dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat maka kerjasama dalam perdagangan dan pembagian kerja semakin menjadi tuntutan. Demikian juga aktivitas produksi barang maupun jasa dituntut dalam jumlah yang semakin besar, padahal tidak semua faktor produksi dimiliki atau tersedia di dalam negeri.

Dengan demikian perdagangan internasional sebagai salah satu wujud dari hubungan kerjasama ekonomi perlu ditingkatkan. Adapun beberapa manfaat hubungan kerjasama perdagangan Internasional antara lain sebagai berikut:

1. Menjaga stabilitas harga di dalam negeri 

Terkadang dalam situasi-situasi tertentu pemerintah terpaksa mengimpor barang yang sebenarnya sudah diproduksi sendiri dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga. Sebagai contoh, pada saat stok gula di pasar menipis pemerintah langsung mengimpor gula sehingga harga gula dalam negeri tidak naik.

2. Memupuk atau menambah devisa negara 

Devisa adalah pendapatan negara yang diperoleh dari perdagangan luar negeri. Tentu saja yang dimaksud dengan perdagangan luar negeri tersebut adalah ekspor. Sebaliknya, dengan mengimpor barang pendapatan negara akan berkurang sebab negara berkewajiban membayar impor itu ke negara lain. Dengan meningkatkan nilai ekspor dan menekan jumlah impor neraca perdagangan menjadi naik sehingga mengakibatkan terjadinya surplus devisa.

3. Memperluas lapangan kerja 

Dampak positif dari perdagangan internasional adalah adanya penyerapan tenaga kerja. Sebagai contoh, permintaan terhadap produksi tekstil atau kain dari negara-negara tetangga bertambah maka dengan sendirinya negara kita akan meningkatkan atau memperluas produksi kain, sehingga membuka lapangan kerja baru.

4. Terjadinya alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang 

Untuk meningkatkan daya saing negara-negara berkembang perlu meningkatkan teknologinya agar setara dengan negara-negara maju. Itu sebabnya dalam perjanjian-perjanjian kerjasama negara-negara berkembang menuntut adanya peluang untuk melakukan alih teknologi dari negara-negara maju. Salah satu contoh wujud peluang tersebut adalah negara-negara berkembang yang ingin memproduksi suatu barang dapat mengimpor peralatan atau mesinnya saja. Bahkan dapat meminta bantuan tenaga ahli sebagai konsultannya.

Jenis-jenis perdagangan internasional 

Jenis perdagangan internasional berdasarkan wilayahnya dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu:

1. Perdagangan bilateral 

Perdagangan bilateral adalah perdagangan Internasional yang dilakukan oleh dua negara untuk saling memenuhi kebutuhannya. Misalnya perdagangan yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang adalah negara tersebut mengadakan persetujuan atau kesepakatan kerjasama dalam bidang perdagangan dengan tujuan memenuhi kebutuhan yang saling menguntungkan.

2. Perdagangan regional 

Perdagangan regional adalah perdagangan Internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan tertentu. Misalnya perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN, negara-negara Eropa, dan lain-lain.

3. Perdagangan antar regional 

Perdagangan antar regional adalah perdagangan Internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang berbeda dalam kawasan tertentu dengan negara-negara kawasan lain atau perdagangan negara-negara antar kawasan misalnya perdagangan antara negara-negara kelompok ASEAN dan negara-negara kelompok Eropa

4. Perdagangan multibilateral 

Perdagangan multibilateral merupakan perdagangan internasional yang dilakukan oleh lebih dari dua negara atau beberapa negara di dunia yang tidak memandang kawasan tertentu.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional 

Kegiatan perdagangan Internasional dapat berupa ekspor maupun impor. Setiap negara pasti berusaha agar nilai ekspornya lebih besar dibandingkan dengan nilai impornya agar mendapat mendapat keuntungan. Faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya perdagangan internasional antara lain:
  • Kebutuhan setiap negara berbeda macam dan jumlahnya 
  • Setiap negara memperoleh keuntungan dengan adanya perdagangan internasional tersebut. 
  • Biaya produksi khususnya biaya tenaga kerja setiap negara tidak sama
  • Sumber daya alam yang tidak merata dan tidak dimiliki oleh negara tersebut.
Sumber: Saminto, Winarno Cahyo dan Widodo Puji (Wawasan Ekonomi) 

0 Response to "Pengertian Perdagangan Internasional, Manfaat, Jenis dan Faktor yang mendorong"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel